Pada maret tahun lalu, ibuku meninggal. Saat itu, ayahku berusia 62 tahun dan sempat stroke. Kaki dan tangannya menjadi lemah, sehingga dia tidak terlalu bisa melakukan apa-apa. Mungkin juga karena sudah terbiasa dijaga oleh ibuku.
Aku memutuskan untuk mengerjakan satu suster untuk ayahku. Suamiku sempat bercanda, "Jangan-jangan nanti si suster jadi ibu tirimu lagi". Mendengar itu, aku marah bukan main. Ibuku meninggal tidak sampai satu tahun, kok ngomongnya begitu sih? Akhirnya suamiku juga langsung minta maaf.
Aku pun mulai memperhatikan apa yang terjadi.
Malam pertama, semuanya terlihat normal. Ayahku tidur dikamar sedangkan Ani sedang nonton TV di kamar. Akhirnya, aku merasa capai dan tidak melihat lagi.
Malam kedua, aku melihat bahwa Ani masih duduk di sofa nonton TV. Ayahku sedang menyiapkan makanan yang ternyata dikasih untuk Ani. Ani bahkan masih berteriak: "Aku gak suka daging kambing!"
Setelah makan, aku melihat ayahku nyapu ngepel dan cuci baju. Tidak ada yang menyangka bahwa semuanya dikerjakan ayahku. Sedangkan Ani masih duduk nonton dan sempat pergi ke toilet.
Aku pun langsung pulang dan minta penjelasan kepada Ani. Kita tuh mencari suster, bukan baginda ratu. Ayahku juga tidak pernah makan masakan ayahku.
Ayahku berkata bahwa setelah ibu meninggal, dia merasa butuh seseorang disampingnya, seseorang yang bisa dijaganya. Aku merasa bahwa aku bukan putri yang baik. Aku pun memutuskan untuk sering pulang menemani ayahku. Bagaimana dengan Ani? Tentu saja aku pecat. Aku akan pelan-pelan mencari suster yang cocok dan jujur untuk ayahku. Bagaimanapun juga, dulu ayah dan ibu yang menjaga aku dari kecil. Sekarang, kita harus gantian dan menjaganya!
Sumber: Looker


