Namun, suami barunya menolak pergi bersamanya. Ia malah pulang ke rumah keluarganya dan tetap ingin perceraian.
Dilansir dari situs Mail Online, Mesir dikenal dengan tingginya jumlah perpecahan dalam pernikahan.
Angka perceraian mencapai 60,7 persen di kawasan perkotaan dan 39,3 persen di kawasan pedesaan. Begitu laporan dari Egypindependent.com.
Pemicu perceraian di Mesir disebutkan seperti masalah keuangan, konflik sosial antara pasangan, kurangnya tanggung jawab, dan kecanduan obat.
Campur tangan keluarga dan teman dalam kehidupan pernikahan pasangan itu juga menjadi salah satu sebab perceraian. (Intisarionline)
