-->

Waktu "Anakku Dibuli" Aku Hampir Memarahi Temannya. Tapi Setelah Membaca "4 Kalimat Ini" Hatiku Langsung Sakit Bagai Ditusuk Jarum Bertubi-tubi!

Waktu "Anakku Dibuli" Aku Hampir Memarahi Temannya. Tapi Setelah Membaca "4 Kalimat Ini" Hatiku Langsung Sakit Bagai Ditusuk Jarum Bertubi-tubi!



Kemarin anakku cerita tentang apa yang terjadi di sekolahnya.

"Mami aku mau cerita, temanku yang bernama Cita sungguh nakal! Setiap kali kami naik tangga, ia akan bersembunyi dan tiba-tiba mengagetkan kita. Dan tadi pagi saat aku naik tangga, ia mengagetkan aku seperti biasa, dan aku kesal sampai aku memukul tangannya. Tapi dia malah membalas dengan memukul punggungku dan memarahiku balik!" ucap anakku

Lalu aku menjawab "Lagi-lagi dia berulah?! Bagian tubuh apa yang ia pukul? Dimana kalian bertengkar?" tanyaku masih dengan nada santai.

Sebenarnya putriku sudah beberapa kali mengeluh tentang perlakuan Cita kepadaku. Cita adalah anak nakal, ia adalah anak tunggal, dan orangtuanya sudah bercerai. Itu yang menyebabkan ia menjadi anak yang selalu mencari perhatian dari teman-temannya. Entah buku temannya dicuri, rok temannya dibuka, rambut temannya dijambak, selalu saja ada cerita nakal darinya.

Anakku melanjutkan cerita "Heran, dimana ada aku berada, pasti di situ Cita berada. Giliran aku pukul tangannya , ia malah memukul punggungku dengan kerasnya! Kenapa sih guru-guru tidak mau menghukumnya?"

Aku melihat wajah kesal anakku tapi aku hanya bisa tersenyum padanya sambil memeluknya.

Aku juga teringat bahwa dulu waktu kecil aku pernah dibuli oleh teman TK-ku. Saat itu mamaku sudah menjemput dan menunggu di depan pagar sekolah untuk bersiap memarahi teman yang nakal. Tapi saat itu mamaku berubah pikiran dan malah tersenyum dengan temanku yang nakal. Saat itu aku mengerti bahwa mamaku ingin melatih agar aku bisa kuat dan tahan banting di saat keadaan tertekan. Oleh sebab itu kali ini aku mau mengajari cara yang demikian pada anakku.
Ya, bullying merupakan salah satu tindak kekerasan yang dapat terjadi kepada siapa pun dan di mana pun, ini dapat terjadi dari atasan kepada bawahan, antara karyawan dengan karyawan, dari kepala sekolah kepada guru, antarguru, guru kepada murid dan antara murid dengan murid.

Keesokan harinya setelah anakku pulang sekolah, ia kembali bercerita.

"Ma tadi Cita kembali berulah, dia mencuri bekal makanan siangku." lapornya

"Lalu apa sikapmu saat makananmu dicuri?" tanyaku
"Aku menghindar saja, aku tau aku mengalah bukan karena aku kalah. Karena saat kemarin aku mencoba melawannya, dia akan memukulku lebih keras. Jadi tadi aku pergi saja darinya" ujar anakku

Dari jawaban anakku, aku merasa puas telah mendidiknya seperti itu. Aku percaya ketika suatu saat nanti ia mengalami kondisi tertekan seperti itu, ia akan tumbuh jadi orang yang dewasa menyikapi segala permasalahannya.

Bagaimana ciri anak korban bullying?
Ciri anak yang menjadi korban bully biasanya adalah mereka yang dianggap 「lemah」 secara psikologis.Seperti suka menyendiri, anak yang jumlah temannya sangat sedikit, anak yang dianggap "kurang terkenal" di kalangan teman lainnya, anak yang memiliki keahlian/keterampilan yang dianggap tidak tren di kalangannya atau beda minat dan ketertarikan.

Bagaimana sikap orangtua terhadap anaknya sebagai korban bullying?
1. Menghindar atau tidak membalas

Ajarkan anak Anda, bahwa ketika ada temannya yang mulai usil dan mengganggunya, cobalah untuk menghindar dan tidak membalas tindakan buruk temannya tersebut. Karena menghindar akan lebih baik dari pada menghadapinya. Karena pada saat kita menghadapinya, kita hanya buang waktu dan tenaga saja.

2. Bersikap tegas

Ajarkan anak Anda untuk bersikap tegas dalam lingkungannya. Misalnya dengan selalu berdiri tegap, berbicara lantang dan tidak mudah menangis. Dengan bersikap tegas, anak Anda akan tampil lebih percaya diri. Dengan begitu, si tukang bullying menjadi ragu untuk menggangu anak Anda.

3. Jangan menunjukkan rasa kesal atau marah

Ajarkan si kecil untuk tenang dan tidak memasukkan kata-kata yang menyakitkan itu ke dalam hati. Sebaliknya, minta si kecil untuk tersenyum pada teman-teman yang mengganggunya, dengan begitu para bullying malah akan menjadi heran dan merasa malu, karena anak Anda menunjukkan sikap yang lebih dewasa dari mereka, dan tetap menghargai mereka meskipun mereka mengganggu. Tanamkan pada si kecil, semakin dia kesal atau marah, maka teman-temannya akan semakin suka mengganggu dia.

4. Biarkan dia mandiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Tanamkan kemandirian anak dalam keberanian mengambil keputusan dan penyelesaian masalah dengan temannya. Tapi jangan lupa ajarkan, kapan anak harus bicara baik-baik dengan temannya, kapan ia harus menghiraukan perilaku bullying, atau kapan ia harus segera melaporkan perbuatan temannya pada guru dan orangtua.

Jadi kalau anak Anda menjadi korban buli teman sekolahnya, gunakan 4 prinsip ini, selain untuk menghindarinya jadi korban buli, di lain sisi juga bisa mengajarkan mental dan karakter yang baik ketika ia dewasa nanti. 

Sumber: BP

Tulisan, gambar dan video yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id